Senin, 03 Januari 2011

pkmk rambutan

A. Judul Program

“PEMBUATAN MINUMAN BIJI RAMBUTAN UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI”

B. Latar Belakang Masalah

Dari sekian banyak macam buah-buahan, pasti kita tahu buah rambutan. Buah ini mempunyai ciri unik dan menarik dengan adanya rambut di bagian kulit buahnya. Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning, hingga merah ketika masak. Rasanya manis.Buah rambutan (nephelium lappaceum) adalah tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau Sapincia Ceap berasal dari daerah kepulauan di Asia Tenggara.
Divisi : Mognoliophyta
Kelas : Mognoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Sapindaceae
Genus : Nephelium
Spesies : N. Lappaceum

Pohon rambutan menyukai suhu tropika hangat (suhu rata-rata 25ºC) tinggi pohon rambutan dapat mencapai delapan meter. Tumbuhan rambutan menghasilkan bunga setelah tujuh tahun jika ditanam dari biji. Namun, pada usia dua tahun sudah dapat berbunga jika diperbanyak secara vegetatif, rambutan biasanya berumah dua, tetapi bersifat androdiocious, ada tumbuhan jantan dan tumbuhan banci. Pembungaan rambutan dipengaruhi oleh musim atau ketersediaan air. Masa kering tiga bulan menghentikan pertumbuhan vegetatif dan merangsang pembentukan bunga. Di daerah Sumatra bagian Utara yang tidak mengenal musim kemarau, rambutan dapat menghasilkan buah dua kali dalam setahun. Di tempat lain, bunga muncul biasanya setelah kering tiga bulan ( di Jawa dan Kalimantan biasanya pada bulan Oktober dan November)..

Di dalam buah rambutan tersimpan khasiat obat yang tak ternilai harganya, menurut kajian pakar tanaman obat, buah rambutan memuat besi, kalium, sapai vitamin C. 100 gram (sekitar 3 buah rambutan terkandung 69 kalori, 18,1 gram karbohidrat, serta 58 mg vitamin). Kadar serat rambutan juga cukup tinggi, sekitar 2 gram per 100 gram berat buah. Selain buahnya ternyata biji buah rambutan juga dapat dimanfaatkan. Biji rambutan tidak beracun dan mengandung karbohidrat, lemak, protein, yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh dari gizi. Biji rambutan juga mengandung lemak polifenol cukup tinggi. Komposisi zat-zat kimia dalam biji rambutan tersebut menghasilkan khasiat hipoglikemik (menurunkan kadar gula dalam darah) pada penderita kencing manis (diabetes mellitus yang cenderung tinggi).

C. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan maka muncul permasalahan sebagai berikut:

1) Bagaimana proses pembuatan minuman biji rambutan?

2) Bagaimana prospek kegiatan wirausaha pembuatan minuman biji rambutan?

3) Bagaimana pemasaran produk “minuman biji rambutan” kepada konsumen?

D. Tujuan Program

Tujuan yang hendak dicapai dari Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan ini adalah untuk

1) Mengetahui dan mendapatkan keterampilan tentang bagaimana cara pembuatan minuman biji rambutan.

2) Mengetahui peluang usaha dari minuman biji rambutan.

3) Memberikan keterampilan dalam mengembangkan jiwa wirausaha mahasiswa.

E. Luaran Yang Diharapkan

Berdasarkan uraian di atas maka target luaran yang ingin dicapai adalah :

1) Terciptanya produk minuman biji buah rambutan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi yang praktis dan aman digunakan.

2) Terbentuknya kelompok usaha mahasiswa.

3) Didapatkan suatu inovasi baru dalam dunia pangan,khususnya minuman berkhasiat.

4) Membuka peluang usaha baru.

F. Kegunaan Program

* Bagi dunia kesehatan

Membantu menciptakan obat penyakit tekanan darah tinggi yang alami, praktis dan aman digunakan.

* Bagi Masyarakat

· Melatih serta meningkatkan jiwa kewirausahaan masyarakat.

· Memberi kemampuan ketrampilan pada masyarakat untuk dapat memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada di sekitar mereka.

* Bagi dunia pangan

· Menciptakan minuman baru yang bermanfaat bagi kesehatan

G. Gambaran Umum Rencana Usaha

Buah rambutan merupakan buah yang banyak terdapat disekitar kita. Buah rambutan biasanya haya dimanfaatkan bagian buahya saja. Hal ini dikarenakan buah rambutan harganya murah, enak dan mudah di dapat. Ketersediaan buah rambutan juga sangat melimpah ketika musim rambutan datang.

Dalam pembuatan minuman ini, yang digunakan adalah bagian biji buah rambutan. Biji rambutan biasanya dibuang begitu saja, tanpa ada pemanfaatan lebih lanjut. Oleh karena itu rencana usaha pembuatan minuman buah rambutan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan biji rambutan bagi dunia kesehatan, khususnya untuk menyembuhkan penyakit hipertensi. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang sering dialami oleh masyarakat, terutama yang sudah berumur lanjut. Dalam melakukan pengobatan, belakangan ini masyarakat lebih memilih pengobatan yang alami dan praktis. Berdasarkan hal hal diatas maka pembuatan minuman biji buah rambutan mempunyai peluang usaha yang menjanjikan.

1. Analisis Peluang Usaha “Minuman Biji Rambutan”

Faktor-faktor yang mempengaruhi peluang usaha “Minuman Biji Rambutan” antara lain adalah sebagai berikut:

a. Faktor Internal

Faktor internal yang mempengaruhi peluang usaha “Minuman Biji Rambutan”,dapat dilihat dari:

1. Strenght (kekuatan):

- Pelaksana memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam mengolah “Minuman Biji Rambutan”.

- Pelaksana memiliki jiwa wirausaha dalam membuka lapangan usaha baru.

2. Weekness (kelemahan):

- Kurangnya tenaga kerja

- Kesuliatan mendapatkan bahan baku (Biji rambuatan) di luar musim rambutan

b. Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang mempengaruhi peluang usaha “Minuman Biji Rambutan”adalah sebagai berikut:

1). Oportunitis (Kesempatan):

- Belum adanya pesaing yang membuka usaha “Minuman Biji Rambutan”.

- Banyak penderita hipertensi yang menginginkan pengobatan secara alamiah

2). Threat (Hambatan)

- Bahan baku yang digunakan bersifat musiman

2. Analisis produk

a. Jenis dan nama produk, karakteristik produk.

Produk ini berupa serbuk biji rambutan yang siap seduh. Peneliti memberikan alternatif ini dimaksudkan agar minuman ini lebih mudah dikonsumsi saat dibeli dan lebih tahan lama.

Karakteristik dari “Minuman Biji Rambutan” ini adalah

1. “Minuman Biji Rambutan”berbentuk seperti teh celup.

2. Praktis.

3. Aman dikonsumsi.

4. Bahan .

5. Mengandung banyak vitamin dan zat besi.

b. Prospek “Minuman Biji Rambutan”.

Usaha pembuatan “Minuman Biji Rambutan” ini mempunyai prospek yang bagus kedepannya mengingat mulai banyak orang yang lebih memilih obat obatan yang alami disbanding obat obatan kimia.

Bahan untuk membuat “Minuman Biji Rambutan”,yaitu biji rambutan sudah tersedia di alam. Sehingga dengan modal yang terbatas mahasiswa sudah dapat membuat industri rumah tangga berupa “Minuman Biji Rambutan”ini.oleh karena itu usaha “Minuman Biji Rambutan” ini dapat dikembangkan mahasiswa untuk belajar berwirausaha.

c. Keunggulan “Minuman Biji Rambutan”.

“Minuman Biji Rambutan” ini memiliki beberapa keunggulan sebagai obat hipertensi. Keunggulan tersebut antara lain:

1. Aman. “Minuman Biji Rambutan” ini tanpa bahan pengawet dan bahan-bahan berbahaya lainnya sehingga aman dikonsumsi oleh siapapun.

2. Berkhasiat. Minuman ini mengandung zat yang berkhasiat hipoglikemik (menurunkan kadar gula dalam darah) pada penderita kencing manis (diabetes mellitus yang cenderung tinggi).

3. Praktis. Dalam menkonsumsi minuman ini konsumen hanya tinggal menyeduhnya kemudian meminumnya.

4. Mudah dalam pembuatannya. “Minuman Biji Rambutan” sangat mudah dibuat dan bahan bakunya mudah didapatkan di masyarakat.

3. Rencana Produksi Selama Lima Bulan

a. Proses Produksi “Minuman Biji Rambutan”.

i. Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan untuk pembuatan keripik pakis antara lain:

a. Biji rambutan

b. Air

c. Kompor

d. Ember

e. Nampan

f. Pisau

g. Baskom

h. Satu set penggorengan

i. Penumbuk

j. Ayakan

k. Kantong pengemas

ii. Cara Pembuatan

Pembuatan “Minuman Biji Rambutan”cukup sederhana. Caranya adalah sebagai berikut:

a. Pisahkan biji rambutan dari buahnya.

b. Bersihkan biji rambutan dengan air sampai bersih.

c. Biji rambutan diiris tipis.

d. Sangrai irisan biji rambutan hingga berwarna kuning kehitaman.

e. Tumbuk biji rambutan yang sudah disangraisampai halus.

f. Ayak biji rambutan yang sudah ditumbuk

g. Memasukan serbuk kedalam kemasan.

iii. Pengemasan

Hasil produksi “Minuman Biji Rambutan” dikemas dengan sederhana tetapi menarik. Bentuk kemasan dari “Minuman Biji Rambutan” ini adalah seperti the celup, yang tiap kemasan berisi 10 kantong. Keemasan dibuat menarik dan diberi label.

b. Rencana Produksi selama PKMK

Rencana produksi dalam jangka waktu PKMK (3 bulan) dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Dalam jangka waktu 1 bulan : Biji yang bisa didapat gratis dan diproduksi sekitar 25 kg.

(Untuk 1 kg biji = dapat diproduksi menjadi 40 kantong / 4 pack,dimana 1 pack berisi 10 kantong)

2. Dalam jangka waktu 1 bulan, “Minuman Biji Rambutan” yang bisa diproduksi adalah= 25 kg x 40 kantong = 1000 kantong /100 pack

(artinya: untuk tiap bulan, bisa memproduksi 100 pack)

3. Sehingga dalam jangka waktu produksi PKMK yaitu selama 3 bulan, produksi “Minuman Biji Rambutan” yang bisa dihasilkan = 100 pack x 3 bulan= 300 pack “Minuman Biji Rambutan”

c. Analisis Keuangan

Analisis keuangan produksi keripuk pakis, mencakup biaya operasional yaitu sebagai berikut:

1. BBB (Biaya Bahan Baku)

a. Biji rambutan = Rp 0,00

b. Air (3 bln) = Rp 200.000,00

TOTAL Rp 200.000,00

2. BOP (Biaya Overhead Pabrik)

a. Satu set penggorengan

2 buah x Rp.75.000,00 = Rp. 150.000,00

b. Nampan 10 buah x Rp.15.000,00 = Rp. 150.000,00

c. Penggiling 1 buah x Rp.250.000,00 = Rp. 250.000,00

d. Baskom 5 buah x Rp.10.000,00 = Rp. 50.000,00

e. Ember 3 buah x Rp. 30.000,00 = Rp. 90.000,00

f. Kompor 2 buah x Rp.300.000,00 = Rp. 600.000,00

g. Tabung elpiji

2 buah x Rp 600.000,00 = Rp. 1.200.000.00

h. Kemasan 3.000 kantong x Rp.200 = Rp. 600.000,00

i. Kertas kardus 300 buah x Rp.250 = Rp. 75.000,00

j. Pisau 5 buah x Rp.10.000 = Rp. 50.000,00

TOTAL Rp 3.215.000,00

3. Biaya Promosi

a. Biaya iklan = Rp. 200.000,00

b. Biaya transport = Rp. 400.000,00

TOTAL Rp. 600.000,00

Sehingga, Total Biaya Operasional adalah sebagai berikut:

1) BBB (Biaya Bahan Baku) = Rp 200.000,00

2) BOP (Biaya overhead pabrik) = Rp 3.215.000,00

3) Biaya Promosi = Rp 600.000,00 +

TOTAL Rp 4.015.000,00

d. Analisis Pendapatan dan Keuangan

1. Produksi “Minuman Biji Rambutan” 1 bulan = 100 pack “Minuman Biji Rambutan”

Harga 1 pack “Minuman Biji Rambutan” = Rp 20.000,00

Hasil penjualan 1 bulan = RP 20.000,00 x 100 pack “Minuman Biji Rambutan”

= Rp 2.000.000,00

2. Jangka waktu produksi PKMK adalah 3 bulan. Sehingga,

Hasil penjualan 3 bulan = Rp 2.000.000,00 x 3 bulan

= Rp 6.000.000,00

3. Keuntungan selama 3 bulan = Hasil penjualan – biaya operasional

` = Rp 6.000.000,00 – Rp. 4.015.000,00

= Rp. 1.985.000,00

e. Analisis Kelayakan Usaha

a. BEP (Break Even Point)

1) BEP Volume produksi

= 201

Jadi pada tingkat volume produksi 201 pack, usaha ini berada pada titik impas. BEP ini terjadi setelah berproduksi selama 3 bulan.

2) BEP Harga Produksi

= Rp 13.500,00

Jadi pada tingkat harga Rp 13.500,00 usaha ini berada pada titik impas.

b. B/C Ratio

B/C Ratio

= 1,49

Karena B/c ratio >1 maka usaha ini layak untuk dijalankan, artinya tiap satuan biaya yang dikeluarkan diperoleh hasil penjualan sebesar 1,49 kali lipat.

c. ROI (Return On Investment)

ROI

x 100 %

= 49%

Usaha ini layak untuk dikembangkan karena setiap pembiayaan sebesar Rp 100,00 diperoleh keuntungan sebesar Rp 49,00.

d. Perhitungan Pengembalian Modal

Pengembalian Modal x 100 %

x 100 %

= 67 %

Artinya modal usaha ini akan terlunasi sebesar 67 % setiap 3 bulan.

Berdasarkan perhitungan analisis kelayakan diatas maka investasi tersebut layak untuk dilaksanakan. Jadi gambaran usaha yang direncanakan benar-benar menjanjikan memperoleh profit untuk menjamin peluang usaha. Sehingga usaha pembuatan keripik pakis berpeluang bagi kalangan mahasiswa untuk menciptakan keterampilan berwirausaha yang berorientasi pada profit.

H. Metode Pelaksanaan Program

Dalam pembuatan minuman biji rambutan ini di lakukan beberapa tahapan yaitu:

1) Tahap Observasi

Tahap observasi ini dilakukan untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai biji rambutan, seperti:

a. Berbagai informasi tentang kandungan gizinya

b. Bagaimana ketersediaan bahannya.

c. Bagaimana proses pembuatannya

d. Studi kelayakan konsumsi oleh masyarakat

e. Informasi tentang harga peralatan dan bahan yang diperlukan

f. Cara pengawetan agar produk bisa bertahan lama.

g. Metode pemasaran yang cocok serta info lain-lainnya

Tahap observasi ini dilakukan melalui literatur dan media cetak seperti buku-buku di perpustakaan, buku-buku dari teman, browsing internet ataupun melalui media lisan yakni wawancara dengan masyarakat.

2) Tahap Penunjangan Peralatan

Pada tahap ini yang dilakukan adalah pengadaan peralatan dan bahan yang digunakan sebelum proses percobaan dan produksisasi dilakukan. Karena sudah dilakukan telaah literatur, maka alat dan bahan yang akan digunakan sudah terdaftar semua, sehingga langsung dapat dilakukan pembelian alat dan penyiapan bahaan.

3) Tahap Proses Produksi

Pada proses ini mulai dilakukan produksi minuman biji rambutan. Proses ini dilakunata kan melalui dua tahap yakni :

a) Proses percobaan berulang-ulang

Proses percobaan berulan ulang dilakukan agar mendapatkan produk yang mempunyai kwalitas tinggi, sehingga layak untuk dilempar di pasaran.

b) Proses produksi

Setelah mendapatkan produk yang mempunyai kwalitas tinggi, maka dilakukan produksi masal. Adapun tahap produksinya adalah sebagai berikut:

c) Tahap Pemasaran

Rencana pemasaran untuk sementara waktu difokuskan di daerah Semarang. Pemasarn dilakukan dengan beberapa metode seperti ;

i. Metode Pengenalan Produk

a. Penyebaran pamflet-pamflet di sekitar kampus, pusat kegiatan mahasiswa, rektorat, masyarakat sekitar kampus, apotik , warung dan took-toko sekitar kampus, toko-toko yang ada di sekitar semarang serta warganya.

b. Sosialisasi kepada warga kampus maupun sekitar dan warga masyarakat secara luas untuk memperkenalkan produk sudah jadi secara langsung.

ii. Metode Pemasaran Produk

a. Menjalin kerja sama dengan mitra kerja.

Mitra kerja adalah mereka yang secara langsung ikut menjualkan produk minuman biji rambutan seperti : apotik, toko kelontong, Badan Usaha Mahasiswa, mini market dan koperasi-koperasi.

b. Menjalin kerja sama dengan mitra penunjang.

Mitra penunjang adalah investor yang dapat memberikan modal tambahan untuk meningkatkan produksi minuman biji rambutan sehingga produk tidak hanya ada pada saat pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa saja, akan tetapi dapat berkembang dan menjadi usaha yang menjanjikan.

I. Jadwal Kegiatan Program

Kegiatan

Bulan ke-

Tempat

1

2

3

Tahap I

Observasi tambahan

(dilakukan setelah pembuatan proposal ini)

Semarang

Tahap II

Pembelian alat dan bahan

Tahap III

Proses produksi

Tahap IV

Pengenalan produk

Pemasaran produk

Evaluasi dan pembuatan laporan


J. Nama dan Biodata Ketua serta Anggota kelompok

1) Biodata Ketua Kelompok

· Nama Lengkap : Khorfid Vazriz ZAki

· NIM : 4201408063

· Fakultas/Program Studi : MIPA/Pendidikan Fisika

· Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Semarang

· Waktu Untuk Kegiatan PKM :3 bulan

2) Biodata Anggota Kelompok

· Nama Lengkap :

· NIM :

· Fakultas/Program Studi :

· Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Semarang

· Waktu Untuk Kegiatan PKM : 3 bulan

3) Biodata Anggota Kelompok

· Nama Lengkap :

· NIM :

· Fakultas/Program Studi :

· Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Semarang

· Waktu Untuk Kegiatan PKM : 3 bulan

K. Nama Biodata Dosen pendamping

· Nama :

· NIP :

· Fakultas/Program Studi :

· Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Semarang

· Bidang Keahlian :

· Waktu untuk kegiatan PKM : 3 bulan

L. Biaya

1) Barang Habis Pakai

· Kertas A4 (untuk merk dan cap) = Rp.

2) Peralatan Penunjang

· Kompor = Rp

· Wajan = Rp

· Sendok Penggorengan = Rp

· Tirisan = Rp

· Ember 1 buah @ Rp 25.000,00 = Rp

· Tampah = Rp

· Baskom = Rp

· Penumbuk = Rp

· Pisau 4 buah @ Rp 12.500,00 = Rp

· Plastik kemasan = Rp

· Peralatan kecil lain = Rp

· Kamera digital 1 buah = Rp

Pemeliharaan alat

· Komputer 6 bulan x Rp. 150.000,00 = Rp.

3) Alat Tulis

· Flashdisk = Rp.

· Alat tulis = Rp.

· Tinta printer = Rp.

4) Lain-lain

· Pembuatan proposal = Rp. 100.000,00

· Pembuatan laporan sementara = Rp. 100.000,00

· Publikasi pamflet = Rp. 500.000,00

· Sosialisasi = Rp 1.000.000,00

· Penggandaan dan penjilidan laporan akhir = Rp. 200.000,00 +

Total Rp.

M. Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar